Ringkasan Novel Hafalan Shalat Delisa - Tere Liye



Buku keempat saya selesaikan baru-baru ini. Judulnya “Hafalan Shalat Delisa” oleh Tere Liye. Buku yang benar-benar menyentuh dan terasa ditulis sepenuh hati. Buku ini mengisahkan seorang anak berumur enam tahun yang telah mengalami cobaan dahsyat dalam perjalanan hidupnya—bertahan hidup setelah terluka parah akibat bencana tsunami Aceh. Lewat perspektif anak kecil yang ceria, polos, dan berkeingintahuan tinggi, kita diajak menyikapi berbagai peristiwa dengan lebih arif.
Sebagai seorang dewasa tidak mesti kita lebih bijak dari anak kecil. Banyak yang hilang saat proses pendewasaan kita, termasuk kemurnian hati. Dan disinilah peran si kecil Delisa, untuk mengingatkan kita akan hal-hal kecil—tapi penting—yang sering terlupakan. Tentang kecemburuan, keikhlasan, dan penghambaan.
Yang menarik di buku ini bagi saya adalah catatan-catatan kaki yang berisi protes, doa, dan refleksi pengarang atas kisah yang tengah ia narasikan. Dan yang saya dapat dari buku ini adalah rasa malu—alhamdulillah masih punya. Ya, karena anak kecil ini benar-benar jauh lebih khusyuk dalam beribadah (dalam arti luas) daripada saya yang sudah tua remaja. Dan sebagai ganjarannya, ia mendapat pemahaman langsung dari Allah, bukan dari buku atau perantara lain. Buku yang baik untuk memperkuat iman dan introspeksi diri.

0 komentar:

Poskan Komentar

Pengikut